Showing posts with label rekrutmen tni ad. Show all posts
Showing posts with label rekrutmen tni ad. Show all posts

March 05, 2024

Penerimaan Prajurit TNI AD Tahun 2024 Daftarkan Dirimu.

Oleh  Harmen Batubara 

Penerimaan Bintara PK TNI AD Reguler dan Khusus TA 2024. Dibuka ! Pendaftaran Bintara PK TNI AD Reguler Pria Dan Wanita Serta Keahlian Pria Ta 2024. 1 Maret 2024  Untuk melihat secara lebih jelas Anda bisa melihatnya di website TNI-AD di https://ad.rekrutmen-tni.mil.id/berita/pengumuman/bintara-ad. 

Menjadi prajurit TNI sesungguhnya adalah panggilan jiwa, artinya kalau anda hanya sekedar untuk mencari pekerjaan maka sebaiknya janganlah pilih jadi prajurit. Karena masih banyak pekerjaan lain yang masih bisa anda peroleh di luar kriteria sebagai prajurit TNI. Kenapa ini ingin saya sampaikan? Karena tidak sedikit dari mereka yang sudah diterima jadi prajurit tetapi kemudian menjadi frustrasi, sering melakukan hal-hal yang tidak baik untuk dirinya sendiri maupun satuannya. Seperti tidak masuk kerja, sering terlambat, terlibat kehidupan “malam” dll., sampai kemudian disersi atau meninggalkan satuan tanpa Izin. 

Meski begitu. Menjadi Prajurit TNI itu berarti suatu kesempatan untuk mengeksplorasi kemampuan dan menemukan potensi Diri. Menjadi Prajurit juga adalah terbukanya berbagai kesempatan ikut pendidikan dan pengembangan pribadi oleh TNI. Ini bermakna sebagai upaya berharga untuk sukses di bidang ke prajuritan itu sendiri dan kehidupan lain setelah tidak lagi bertugas sebagai prajurit. Kehidupan  itu,  tidak hanya di bidang militer. Mendorong mengejar minat akademis dan membangun landasan yang kuat untuk membangun masa depan. Baik ketika masih di TNI atau Nanti Sesudah kehidupan telah keluar dari TNI. 


Selekasi TNI Intinya persiapan yang baik. Tahu Prosesnya, sehat fisik& jiwa & lulus tes kesemaptaan &akademisnya. Anda harus mempersiapkannya dengan baik. Harus tahu apa saja yang akan di tes itu. Tahu persiapan administrasi, fisik, psiko tes dan akademis Dll. Kemudian Baru Anda Melakukan latihannya. 

Apakah Kamu sudah bisa memperoleh Nilai seperti ini ? Lari harus bisa 2800 meter per 12 menit. Pull Up 18 kali. Pusp Up 43 kali. Sit Up 43 kali dan sutlle Run 17 detik. Kalau standar ini belum bisa anda capai. Ya Sebaiknya Jangan Berharap Bisa Berhasil. Kamu harus berusaha minimal bisa memperoleh hasil seperti itu. 

Persiapkan Mentalmu Ikut Seleksi. Jangan Terpengaruh Isu Negatip-Seleksi Ini Gratis dan Transparan. Kamu Harus Tahu Sarat, Cara & Prosedurnya dan Tempat Pendaf tarannya. Miliki Mental Pro Aktip dan Tanggap serta Tumbuhkan SemangatMu. 

Kurang Percaya Diri Kurang Infromasi. 

Jujur saya akui. Sejak masih aktif, saya sebenarnya suka sekali membantu agar anak-anak muda dari daerah saya bisa jadi prajurit.  Pengalaman saya dahulu.  Biasanya mereka tanpa koordinasi dahulu. Mereka datang saja. Biasanya mereka saya tes dahulu. Saya bawa ke lapangan dan uji kesamaptaan fisik mereka. Umumnya mereka tidak ada yang lolos. Nilainya itu ya dibawah 50%. Misalnya lari 12 menit. Seharusnya mereka bisa capai 2800 meter (100) tetapi kebanyakan mereka hanya mampu 1600 meter. Full Up seharusnya bisa 18 kali (100), hanya mampu 6 kali. SitUp seharusnya bisa 45 kali(100), hanya mampu 18 kali. Push Up seharusnya bisa 45 kali(100), hanya mampu 25 kali. Biasanya saya bilang. Kalau dengan kondisi fisikmu seperti itu. Sulit untukmu bisa diterima jadi Prajurit. Pengalaman seperti itulah yang kemudian,  saya buat Buku.  Dahulu namanya buku Bodo atau Pintar, yang menjelaskan Persiapan Untuk Jadi Prajurit. Kini sudah dalam bentuk Buku. 

Buku itu sering saya kirimkan, kepada mereka. Tetapi itu memang aneh, mereka biasa mintak saran tetapi setelah dikirimi buku nggak ada beritanya. Padahal menurut saya, Buku itu sudah dibuat begitu rupa agar mudah dipahami. Tetapi itulah yang terjadi. Dalam hati saya sering timbul dalam hati. Apakah mereka anggak suka baca ya. Karena buku itu mencoba menjelaskan bahwa tidak ada KKN dalam seleksi. Kalaupun ada, itu karena memang sistemnya tidak mampu mendeteksi. Artinya, bagaimanapun bagusnya sistem seleksi. Selalu ada celah. Jadi nggak usah pikirkan soal KKN atau deking-dekingan. 

Buku itu juga menjelaskan persyaratan administrasinya dan dimana saja tempat pendaftarannya. Kemudian menjelaskan agar konsultasi dahulu dengan dokter tentang kesehatan. Dengan psykolog tentang kemungkinan cocok tidaknya jadi prajurit. Kemudian menguraikan secara panjang lebar tentang pelatihan fisik dan pengetahuan akademik dan malah cara persiapan  psikotes agar bisa berhasil. Menurut saya sih. Buku ini sudah sesuai dengan idenya. Karena sebagai penulisnya, saya tahu apa masalahnya dan tahu jalannya, tahu solusinya dan hal itu saya coba tuangkan dalam bentuk tulisan berbentuk Buku.   Karena itulah, saya masih heran. Padahal sekarang itu sudah zamannya Om Google, apa pun masalahnya semua bisa tanyakan pada Om Google. Dan percayalah Om Google pasti tahu semua jawabannya. 



Beberapa Catatan Dalam Hal  Tes Masuk Prajurit TNI. 

Syarat rekrutmen TNI tahun 2022 semakin menarik. Sejumlah syarat rekrutmen TNI tahun 2022 dihapus karena dianggap tidak relevan. Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menghapus sejumlah syarat dalam rekrutmen TNI mulai tahun 2022.  Beberapa  syarat rekrutmen TNI tahun 2022 yang dihapus adalah mekanisme TES RENANG,TES AKADEMIK & TES KEPRA WANAN juga mencabut KETENTUAN LARANGAN KETURUNAN PARTAI TERLARANG, Partai Komunis Indonesia (PKI), dari daftar persyaratan rekrutmen prajurit TNI. 

Panglima  menjelaskan, mekanisme penerimaan prajurit juga tak perlu lagi menerapkan tes akademik. Menurut dia, dalam bidang akademik, cukup mengambil dari nilai ijazah. Tes akademik ini sudah ambil saja IPK, terus transkripnya. Ijazah SMA itulah nilai akademik mereka.“Enggak usah lagi ada tes akademik, tes akademik ya tadi, ijazahnya tadi. Kalau ada ujian nasional, udah itu lebih akurat lagi. 

Panglima juga memutuskan untuk memperbolehkan keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI) mengikuti seleksi prajurit TNI. Langkah ini ditempuh Andika dengan mencabut ketentuan yang selama ini diterapkan dalam proses seleksi prajurit, yakni keturunan PKI dilarang mengikuti proses seleksi prajurit. Selama ini yang jadi acuan untuk melarang  keturunan PKI untuk mendaftar di TNI adalah TAP MPRS No 25 Tahun 1966. 

Demikian juga dengan Tes keperawanan untuk calon prajurit TNI wanita, kini sudah dihapuskan dan tak ada lagi dalam rangkaian seleksi penerimaan calon prajurit. Dihapusnya tes keperawanan, disampaikan langsung oleh Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI, Mayjen TNI Budiman, yang mengatakan semua matra sudah menghapus tes tersebut. “(Penghapusan tes keperawanan) sudah efektif (berlaku). Sudah diberlakukan untuk seluruh matra, baik darat, laut maupun udara,” kata Budiman, usai Rakor Teknis Kesehatan Tahun 2022 di Mabes TNI, Rabu, 13 April 2022. 

Jangan Pernah Menyerah : 8 Kali Gagal Tes Tapi Jadi Prajurit TNI juga. 

Menjadi Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) merupakan cita-cita dan ba nyak didambakan para pemuda. Tak heran, banyak orang berusaha mati-matian demi masuk TNI. Hal tersebut seperti yang dilakukan oleh seorang anak Satpam,  bernama Favian Satriya Nugraha. Ia pernah gagal sebanyak delapan kali. Tapi ia merasa hal itu sebagai sesuatu yang biasa-biasa saja. Sakit memang, tetapi hal itu dia terima sebagai sesuatu yang wajar. Dia tak pernah menyerah dan terus berusaha untuk bisa mewujudkan mimpinya. Mencoba peruntungan dengan mendaftar sejak tahun 2017 lalu, tetapi gagal. 

Favian mengalami 8 kali kegagalan dalam usahanya itu. Bayangkan. “Lulus seko lah itu 2017 ia langsung daftar di Angkatan Darat, ternyata ia gagal di kese hatan. Lalu dia mencoba mempersiapkan diri memperbaiki apa yang kurang dan coba lagi tapi ya gagal lagi,” kata Favian. Setelah lebih dari 4 kali gagal, Favian mengatakan bahwa ia sempat mendaftar kuliah sambil tetap mempersiapkan diri untuk pendaftaran prajurit TNI pada tahun berikutnya. “Kuliah sambil daftar digelombang kedua Catam AL 2019 kali ini dia gagal  di tes psiko 2. Terus coba lagi di 2020 Catam AD gelombang 2, kali ini ia juga  gagal lagi, tapi bukan kare na tidak “lulus” tetapi memang  alokasi yang terbatasa. Berarti nilainya masih kurang. Dan pada tahun 2021, ia coba lagi dan akhirnya Lulus. Kini ia siap untuk menjadi prajurit TNI yang terbaik yang ia bisa. 

Menjadi Prajurit Menjaga Marwah Negeri. 

Menjadi Prajurit adalah jalan menuju Pengembangan diri yang tiada hentinya. Menjadi Prajurit juga bermakna menjadi patriotisme, disiplin, tidak mementingkan diri sendiri, dan pengabdian kepada negara. 

Jejak langkah prajurit adalah loyalitas tegak lurus pada Negara, kepada warga, kepada rakyat sejati. Mereka pasti akan datang kalau rakyat lagi susah, lagi ditimpa bencana. Mereka akan datang kalau rakyat lagi tidak baik-baik saja. Mereka terampil, cekatan dan trengginas. Hebat lagi di sayangi rakyatnya. Itulah TNI. Itulah Prajurit Sejati. 

Menjadi Prajurit TNI itu berarti anda akan mendapatkan peluang pertumbuhan dan pengembangan pribadi yang ditawarkan oleh TNI, seperti pelatihan kepemimpinan, tantangan fisik, dan perolehan keterampilan khusus. Sesuatu yang sangat relevan untuk kehidupan seperti apapun, untuk jalur karier apa pun, bahkan bisa anda manfaatkan tidak hanya di militer. Tapi kelak kalau anda sudah tidak lagi jadi Prajurit. 

Lihatlah mereka ketika tugas memanggil. Tidak peduli itu di rimba belantara, di tengah laut atau di tengah padang pasir mereka pasti datang. Pasti memperlihatkan kemampuan mereka. Baik sebagai regu, pleton atau sebagai individu. Mereka akan menjaga negeri ini dengan sepenuh hati. Mereka pasti membantu dan melayani masyarakat, membantu mereka dari bencana alam, dan menegakkan keamanan nasional. Rakyat senang Negara Tenang.


June 26, 2023

Persiapan Tes Masuk Prajurit TNI Persiapkan Dirimu Dengan Sebaik Baiknya

Kunci Keberhasilan Dalam Mempersiapkan Diri Dalam Seleksi Masuk Prajurit TNI. 


Selekasi TNI Intinya persiapan yang baik. Tahu Prosesnya, sehat fisik& jiwa & lulus tes kesemaptaan &akademisnya. Anda harus mempersiapkannya dengan baik. Harus tahu apa saja yang akan di tes itu. Tahu persiapan administrasi, fisik, psiko tes dan akademis Dll. Kemudian Baru Anda Melakukan latihannya.

 Apakah Kamu sudah bisa memperoleh Nilai seperti ini ? Lari harus bisa 2800 meter per 12 menit. Pull Up 18 kali. Pusp Up 43 kali. Sit Up 43 kali dan sutlle Run 17 detik. Kalau standar ini belum bisa anda capai. Ya Sebaiknya Baca Dulu E-Book ini.

 Persiapkan Mentalmu Ikut Seleksi

Jangan Terpengaruh Isu Negatip-Seleksi Ini Gratis dan Transparan. Kamu Harus Tahu Sarat, Cara & Prosedurnya dan Tempat Pendaftarannya. Miliki Mental Pro Aktip dan Tanggap serta Tumbuhkan SemangatMu.

PersiapanKan Mental Ideologi-Kau Harus Tahu Jati Diri Prajurit TNI.

Proses pembentukan Mental Ideologi Pancasila; Kekuatan Jati Diri Pancasila; Ancaman Terhadap Pancasila; Panca Sila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa; Panca Sila dalam pendidikan Nasional. Pahami Pengertiannya dan Ingat Contoh-contohnya.

Matangkan PersiapanMu Mengikuti Tes Psikologi.

Tes ini hanya untuk memastikan apakah Kau Memang Punya Kualifikasi atau Cocok Jadi Prajurit TNI? Tapi Tes ini Adalah Tes Yang Paling Ditakuti Para Calon Prajurit. 

Anda perlu paham menghadapi Wawancara Dalam Psikotes. Tahu Tes Psikologi masuk prajurit TNI Seperti : Tes Logika Aritmatika; Tes Logika Penalaran; Tes Analog Verbal; Tes Kraplien/Pauli; Tes Wartegg; Baum Test atau Menggambar Pohon; Draw a Man Test; Army Alpha Inteligence Test; Edward Personal Preference Schdule (EPPS) dan TPA tes potensi akademik berikut contoh-contohnya. 

Menjadi Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) merupakan cita-cita dan banyak didambakan para pemuda. Tak heran, banyak orang berusaha mati-matian demi masuk TNI. Hal tersebut seperti itu dilakukan oleh seorang putra Satpam,  Favian Satriya Nugraha. Ia pernah gagal sebanyak delapan kali. Tapi ia merasa hal itu sebagai sesuatu yang biasa-biasa saja. Sakit memang, tetapi hal itu dia terima sebagai sesuatu yang wajar. Dia tak pernah menyerah dan terus berusaha untuk bisa mewujudkan mimpinya. Ahirnya ia benar-benar Jadi Seorang Prajurit. 


Syarat rekrutmen TNI  semakin menarik

Syarat rekrutmen TNI  semakin menarik. Sejumlah syarat rekrutmen TNI tahun 2022 dihapus karena dianggap tidak relevan. Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menghapus sejumlah syarat dalam rekrutmen TNI mulai tahun 2022.  Beberapa  syarat rekrutmen TNI tahun 2022 yang dihapus adalah mekanisme TES RENANG,TES AKADEMIK & TES KEPRA WANAN juga mencabut KETENTUAN LARANGAN KETURUNAN PARTAI TERLARANG, Partai Komunis Indonesia (PKI), dari daftar persyaratan rekrutmen prajurit TNI. 

Panglima  menjelaskan, mekanisme penerimaan prajurit juga tak perlu lagi menerapkan tes akademik. Menurut dia, dalam bidang akademik, cukup mengambil dari nilai ijazah. Tes akademik ini sudah ambil saja IPK, terus transkripnya. Ijazah SMA itulah nilai akademik mereka.“Enggak usah lagi ada tes akademik, tes akademik ya tadi, ijazahnya tadi. Kalau ada ujian nasional, udah itu lebih akurat lagi. 

Panglima juga memutuskan untuk memperbolehkan keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI) mengikuti seleksi prajurit TNI. Langkah ini ditempuh Andika dengan mencabut ketentuan yang selama ini diterapkan dalam proses seleksi prajurit, yakni keturunan PKI dilarang mengikuti proses seleksi prajurit. Selama ini yang jadi acuan untuk melarang  keturunan PKI untuk mendaftar di TNI adalah TAP MPRS No 25 Tahun 1966. 

Demikian juga dengan Tes keperawanan untuk calon prajurit TNI wanita, kini sudah dihapuskan dan tak ada lagi dalam rangkaian seleksi penerimaan calon prajurit. Dihapusnya tes keperawanan, disampaikan langsung oleh Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI, Mayjen TNI Budiman, yang mengatakan semua matra sudah menghapus tes tersebut. “(Penghapusan tes keperawanan) sudah efektif (berlaku). Sudah diberlakukan untuk seluruh matra, baik darat, laut maupun udara,” kata Budiman, usai Rakor Teknis Kesehatan Tahun 2022 di Mabes TNI, Rabu, 13 April 2022. 

8 Kali Gagal Tes Tapi Jadi Prajurit TNI juga

Menjadi Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) merupakan cita-cita dan banyak didambakan para pemuda. Tak heran, banyak orang berusaha mati-matian demi masuk TNI. Hal tersebut seperti yang dilakukan oleh seorang anak Satpam,  bernama Favian Satriya Nugraha. Ia pernah gagal sebanyak delapan kali. Tapi ia merasa hal itu sebagai sesuatu yang biasa-biasa saja. Sakit memang, tetapi hal itu dia terima sebagai sesuatu yang wajar. Dia tak pernah menyerah dan terus berusaha untuk bisa mewujudkan mimpinya. Mencoba peruntungan dengan mendaftar sejak tahun 2017 lalu, tetapi gagal. Favian mengalami 8 kali kegagalan dalam usahanya itu. Bayangkan. “Lulus sekolah itu 2017 ia langsung daftar di Angkatan Darat, ternyata ia gagal di kesehatan. Lalu dia mencoba mempersiapkan diri memperbaiki apa yang kurang dan coba lagi tapi ya gagal lagi,” kata Favian. Setelah lebih dari 4 kali gagal, Favian mengatakan bahwa ia sempat mendaftar kuliah sambil tetap mempersiapkan diri untuk pendaftaran prajurit TNI pada tahun berikutnya. “Kuliah sambil daftar digelombang kedua Catam AL 2019 kali ini dia gagal  di tes psiko 2. Terus coba lagi di 2020 Catam AD gelombang 2, kali ini ia juga  gagal lagi, tapi bukan karena tidak “lulus” tetapi memang  alokasi yang terbatasa. Berarti nilainya masih kurang. Dan pada tahun 2021, ia coba lagi dan akhirnya Lulus. Kini ia siap untuk menjadi prajurit TNI yang terbaik yang ia bisa.



 

 

June 20, 2021

Buku Perbatasan : Mereka Yang Sulit Melihat Peluang





Kegagalan sering terjadi karena mereka tidak peka dengan PELUANG yang ada. Sesungguhnya, peluang itu sebenarnya selalu ada.  Hanya kitalah yang tidak persis mengenalnya atau kalaupun ia datang wujutnya tidak seperti yang kita persepsikan. Untuk selalu mampu mengambil peluang itu, dibutuhkan talenta dan kesediaan  untuk berubah. Hal seperti ini, sulit untuk bisa diterima oleh setiap orang. Orang umumnya tidak mau kalau suatu perubahan itu, berlangsung dengan ritme yang berbeda. Orang cenderung ingin sesuatu yang biasa atau yang lazim serta dapat diperediksi secara jelas. Sangat sulit dibayangkan seseorang yang telah belasan tahun menekuni usaha atau kariernya untuk kemudian merubah arah serta memulainya dari posisi lebih bawah lagi; padahal  secara sadar ia tahu persis  kesempatannya di tempat lama sudah dapat dikatakan pupus sama sekali.     

      

Lihat PeluangMu Nikmati PerjuanganMu.

Oleh : Harmen Batubara   

Lihat PeluangMu Nikmati PerjuanganMu. Menurut Gede Prama, setiap orang lahir bersama peluangnya. Namun sebenarnya, kalau kita  jeli belum tentu setiap orang peduli terhadap peluang. Banyak pula diantara kita yang tidak sempat berpikir tentang peluang itu sendiri. Umumnya kita menerima saja ritme kehidupan itu, terserah ia mau dibawa kemana. Tetapi sudah tepatkah sipat seperti itu ?  Kalau hidup sudah tidak lagi pernah dievaluasi, maka sebenarnya  ritme seperti itu tidak ada bedanya dengan ritme kehidupan hewani. Ya, hidup adalah hari ini, persoalan besok itu soal lain lagi. Atau kelewat  peduli seperti kata  WS Rendra, “ Kemarin- esok adalah hari ini “. Atau apakah anda tidak percaya bahwa segala sesuatunya itu telah sesuai dengan desain sang pencipta ?

Mereka yang mempunyai paham optimis,  meyakini bahwa peluang sebenarnya selalu ada dan akan ada. Masalahnya peluang itu  sering muncul tidak persis seperti yang kita asumsikan. Kalaupun ia datang, kondisinya tidak ideal sebagaimana yang diharapkan. Katakan anda dari Bandung, tepatnya dari Cimahi mau ke Jakarta dan inginnya lewat Puncak. Tetapi setiap Bis yang anda stop, selalu penuh dan mereka tak mau membawa anda. Sementara pada waktu yang bersamaan dan malah hampir setiap saat selalu ada Angkutan Kota dari Cimahi ke Cianjur, dan umumnya selalu saja tersedia tempat kosong. Kalau saja anda mau, anda bisa naik itu; dan dari Cianjur bisa diteruskan oleh Angkot  Cianjur- Bogor dan seterusnya Bisnonstop Bogor – Jakarta.

Sesungguhnya, peluang itu sebenarnya selalu ada; hanya kitalah yang tidak persis mengenalnya atau kalaupun ia datang wujutnya tidak seperti yang kita persepsikan. Untuk selalu mampu mengambil peluang itu, dibutuhkan talenta dan kesediaan  untuk berubah. Hal seperti ini, sulit untuk bisa diterima oleh setiap orang. Orang umumnya tidak mau kalau suatu perubahan itu, berlangsung dengan ritme yang berbeda. Orang cenderung ingin sesuatu yang biasa atau yang lazim serta dapat diperediksi secara jelas. Sangat sulit dibayangkan seseorang yang telah belasan tahun menekuni usaha atau kariernya untuk kemudian merubah arah serta memulainya dari posisi lebih bawah lagi; padahal  secara sadar ia tahu persis  kesempatannya di tempat lama sudah dapat dikatakan pupus sama sekali.           

Bagai Produk

Sebenarnya banyak jalan yang bisa ditempuh untuk mencapai suatu keinginan, menurut Tom Pieters penulis Buku “The Brand You”,  Kau adalah produkmu. Bagaimana kau bisa menjual  “dirimu”, dan kemana kau bisa menjualnya, sangat tergantung dengan image yang anda bangun itu sendiri. Ibarat suatu produk kata Tom, dapatkah anda membayangkan produk apakah sebenarnya anda itu. Karena andalah yang menjadi “desain” anda, maka

Baca   Juga   :   Buku Pilkada, 10 Langkah Efektif Memenangkan Pilkada

Seyogyanya anda sendirilah yang tahu persis produk seperti apakah yang anda persepsikan terhadap diri anda sendiri. Anda juga yang sudah mempersiapkan atau mencari segmen pasar yang memang tepat terhadap produk tersebut. Dalam pemahaman yang amat sederhana, semua orang sebenarnya sudah melakukannya ; hanya saja memang banyak yang melakukannya tanpa pola serta arah yang jelas dan tidak terukur. Misalnya, para orangtua yang menyekolahkan putranya, meskipun tidak ada target yang jelas, tetapi minimal agar si anak kelak lebih baik dari dirinya sendiri.

Bagi sebagian lainnya, memang telah mempersiapkan disain pendekatan. Mereka secara empiris sudah dapat melihat bakat putranya sedari dini. Karena itu mereka membuat suatu cetak biru pendekatan demikian pula tentang pendanaannya; mereka sediakan secara terencana, baik itu lewat asuransi atau bentuk-bentuk lain yang memungkinkan putra mereka kelak tetap terbantu pendanaan pendidikannya. Meskipun suatu hari kelak sang anak merasa tidak sepenuhnya setuju dengan rencana “ blue print “ orang tuanya; tokh membuat perubahan tidaklah susah-susah amat. Yang jelas sang anak sudah terencana secara benar tentang akan jadi apa dia kelak. Masalahnya adalah; tidak banyak orangtua yang mampu mempersiapkan  program yang jelas bagi anak-anak mereka. Contohnya ya barangkali diri kita sendiri. Yang tidak jelas produk macam apakah kita ini. Dan bisa di “jual” kemana dan dengan harga berapa.

Bagi mereka yang masih muda, tentu dengan mudah dapat kembali mengevaluasi “hidup” mereka. Artinya, mereka bisa memulainya dari awal kembali. Mereka tinggal mengintip pasar, sehingga tahu persis produk seperti apa sebenarnya yang bisa mereka jual ke pasar seperti itu. Kalau mereka menginginkan  jadi seorang CEO di perusahaan Multi National. Maka tentu yang dilihat pertama kali adalah persyaratan jadi CEO seperti itu. Misalnya pendidikannya apa saja; ketrampilan penunjang dan pengalaman-pengalaman yang diperlukan. Atau menjadi seorang Birokrat, apakah itu di Sipil atau Militer. Umumnya selalu ada kriteria yang menjadi dasar, seperti pendidikan, ketrampilan penunjang dan pengalaman dst.dst. Kemudian mereka tinggal membuat suatu perencanaan agar persyaratan tadi bisa terpenuhi. Secara teoritis hal seperti itu bisa dilakukan, meskipun nantinya akan selalu muncul dinamika; tetapi dinamika itu selalu bisa dievaluasi dan diubah suai atau disesuaikan kembali.

Perencanaan juga tidaklah suatu pendekatan yang mati; artinya berbagai kondisi bisa saja ikut mempengaruhi jalannya pencapaian.  Misalnya, untuk memperoleh pendidikan harus dilakukan sambil bekerja cari uang. Artinya, anda tidak punya sumber pendanaan yang spesifik bagi kuliah anda. Hal seperti itu tidak jadi soal; dalam suatu perencanaan selalu ada kondisi seperti itu. Ujungnya adalah, berapa penghasilan anda yang sebenarnya. Untuk merealisir cita-cita anda, tentu harus membutuhkan dana; seberapa besar dana yang diperlukan. Untuk mencari dana seperti itu, apakah anda bayar didepan atau di belakang. Kalau di depan itu artinya anda harus mencari penghasilan tambahan. Dari mana anda bisa mencari penghasilan tambahan ? Tentu banyak sekali pilihannya. Tergantung hal itu dilakukan dengan kerja tenaga atau pikiran. Kalau pembayarannya dibelakang, anda bisa mencari dana pinjaman; sumber-sumber dana pinjaman pada saat ini sangat banyak ragamnya. Terserah anda pilih yang mana. Pendek kata, selalu ada jalan keluar yang elegan.


Lakukan Sesuatu

Yang sering terjadi adalah ketemu jalan buntu,artinya anda tidak punya modal untukberbuat apa saja termasuk untuk sekedar mencari informasi. Kondisi seperti ini yang sering membuat seseorang kehilangan harkat diri; merasa dirinya tak lebih dari seekor hewan yang ditinggal oleh tuannya.Pegangannya adalah jangan berhenti dalam perasaan seperti itu.Tapi perlu keyakinan bahwa setiap jalan buntu, jangan teruskan ke ujungnya tapi kembalilah ke simpang terahir ; terserah anda mau ke kiri atau ke kanan atau malah balik lagi ke awal. Pastikan bahwa setiap gang pasti ada jalan utamanya; pastikan kalau jalan mendaki pasti ada turunannya dst.dst. Kalau anda lagi kepayahan dalam pendakian; kau tetap punya banyak pilihan. Kau bisa istirahat, lakukan evaluasi; apakah kau terus menuju puncak atau mencari jalan alternatif lain. Tapi yang perlu diyakini adalah diperlukan kesabaran, talenta, arah yang jelas dan keyakinan.

Seorang anak muda lulusan S1 informasi, sudah enam bulan mencari pekerjaan kesana, kemari. Menurut penuturannya hampir setiap kantor sudah dia datangi, tak peduli itu swasta maupun negeri tapi tak pernah ada yang menerimanya. Sinar matanya jadi kuyu, badannya sudah setengah layu sesuai dengan penampilannya yang sudah mencerminkan keputus asaan.Diujung semua keluhannya, penulis sengaja memberikan senyuman padanya, suatu tanda hal seperti itu adalah sesuatu yang biasa. Saya memberinya uang lima puluh ribu, temui saya besok waktu ashar di mesjid ini.Kami lalu berpisah.

Benar besoknya dia sudah ada, dan sedikit lebih ceria.Kau punya teman? Ya ada, kerja di angkot. Kau mau jadi kernetnya? Maksud bapak ? Kau cukup jawab ya atau tidak ? Ya. Kau percaya dia mau menerima anda? Pasti. Oke lakukan itu dengan sungguh-sungguh sekarang juga dan gunakan semua kemampuanmu untuk mendapatkan peluang yang kau mau. Temui aku seminggu lagi pada waktu yang sama. Lalu penulis memberinya uang seratus ribu rupiah. Lama ia menatap mata penulis, jangan salah sangka sahabat, lakukanlah dengan sungguh-sungguh. Kami lalu berpisah.  Kenapa penulis melakukan itu ? Karena konsep itu tadi. Peluang sebenarnya selalu ada, hanya kita tidak bisa mengenalinya dan sangat percaya kalau seseorang berbuat sesuatu pasti ada jalan keluar untuk itu.

Baca Juga  :   LandingPress Buat Website Bisnis Lebih Menyenangkan

Seminggu kemudian ketika bertemu lagi semuanya sudah berubah. Pakaiannya sudah persis seorang kernet dengan sebungkus rokok di kantongnya. Apa yang telah kau dapatkan anakmuda? Bapak benar, tiga hari setelah jadi kernet peluang itu datang. Aku waktu itu mengantar seseorang  yang mau mencarter angkot untuk membawa barangnya dari Stasiun KA ke rumahnya di Gedebage. Diluar dugaan sama sekali. Bapak itu menanyakan kalau-kalau punya teman yang bisa jadi supir, dia perlu supir. Saya bilang saya bisa. Dia lalu bertanya apakah saya juga bisa Komputer ? Saya bilang saya bisa; saya S1 dari Jurusan Komputer. Dia lalu menerima saya; sejak kemarin saya sudah resmi jadi sopir dan asistennya, ternyata beliau adalah Kolonel Angkatan Darat yang bertugas sebagai Security Officer pada perusahaan Survei milik pemerintah Jepang. Pada hari itu dia pilih Angkot, hanya karena beliau pingin kembali merasakan naik angkot. Di rumahnya ternyata beliau mempunyai Sedan Camry 2.5 dan Honda CRV tahun 2020. Dia lalu mencium tangan penulis dan mengucapkan terima kasih; hemat saya sangat tulus sekali.

Hal yang perlu jadi pegangan adalah anda harus mempunyai ketrampilan, punya kualifikasi dan seterusnya. Artinya anda perlu mempunyai ketrampilan entah itu formal dengan ditandai oleh selembar izasah atau sertifikat. Kalau anda belum punya maka upaya pertama adalah untuk memilikinya. Bagaimana anda memperolehnya ? Juga banyak cara untuk itu. Artinya kalau anda punya niat, dan sungguh-sungguh jalan untuk itu pasti ada, yang penting lakukan sesuatu untuk mendapatkannya. Caranya banyak sekali, mulai dari cara-cara tradisional seperti dengan membayar uang kuliah atau uang kursus atau dengan cara bekerja sambil kuliah atau sambil kursus.



Sering terjadi adalah kalau kita tidak punya persepsi yang positif dengan hukum Tuhan atau hukum alam; artinya di dunia ini kita harus berpegang dengan aturan-aturan yang ada. Kita harus mau dan berkenan dengan aturan aturan itu. Yang kerap dilupakan orang adalah, mencari sesuatu dengan cara-cara yang sangat vulgar; sama seperti para peminta-minta, mereka “berdandan” dengan memelas dan mengulurkan tangan. Mencari kerja dengan melamar kesana kemari tanpa “ polesan” koneksi, tanpa networking samalah halnya dengan cara para peminta-minta di pinggir jalan. Bukan mereka tidak butuh anda, tapi ya karena tidak kenal saja. Kemudian jangan kaku, tapi justeru harus fleksibel dan kuasai atau kenali medan. Jadi sebenarnya  kalau zaman sekarang anda masih saja jadi seorang pengangguran maka itu ada yang salah di sana, yakni pada cara pandang anda. Dunia ini sangat sederhana, hukumnya juga sangat sederhana, kalau anda datang dengan cara sederhana dan bersahabat maka dunia ini ada dalam gemgaman anda.

 

 

September 10, 2019

Seleksi Prajurit TNI, Apakah Memang Sulit Jadi Prajurit TNI?




Seleksi Prajurit TNI, Apakah Memang Sulit Jadi Prajurit TNI?
Rekrutmen tni, apakah itu tni ad, au dan al umumnya relative sama. Begitu juga dengan rekrutmen tahun 2019, 2020 dst. Menghadapi rekrutmen itu kuncinya adalah persiapan yang baik. Anda harus mempersiapkannya dengan baik. Harus tahu apa saja yang akan di tes itu. Tahu persiapan administrasi, fisik, psiko tes dan akademis Dll. Masuk jadi Prajurit TNI tidak susah, tetapi harus diakui persaingannya sangat ketat. Kau harus berupaya maksimal, upayanya harus secara total. Kuasai ilmunya, latih fisik secara spartan dan iringi dengan Doa. Selebihnya pasrahkan pada yang maha kuasa. Bisa jadi DIA punya sesuatu yang lebih baik untukmu.
Misalnya untuk lari anda harus bisa 2800 meter per 12 menit, Pull Up 18 kali, Pusp Up 43 kali,Sit Up 43 kali, dan sutlle Run 17 detik. Kalau standar ini belum bisa anda capai. Ya sebaiknya jangan daftarkah dahulu. Tapi teruslah lakukan latihan dan latihan sampai anda bisa mencapainya dengan nilai 80 persen. Untuk itu Anda perlu mempersiapkan diri secara baik dan benar, hal itu hanya bisa Anda lakukan kalau memang Anda mengerti ilmunya. Salah satunya ya misalnya dengan membaca buku seperti yang saya tulis ini Persiapan Tes Masuk Jadi Prajurit TNI. Buku ini ditulis khusus untuk pemuda seperti Anda. Menurut saya peluangnya Anda untuk bisa jadi prajurit TNI masih terbuka lebar, asal memang mau mempersiapkan diri dengan baik dan benar.
Masuk jadi Prajurit TNI tidak susah, tetapi harus diakui persaingannya sangat ketat. Karena itu niat saja sesungguhnya belum cukup. Anda perlu kemampuan serta strategi dan taktis yang benar dan unggul dan jangan lupa takdirmu sendiri. Kau harus berupaya maksimal, upayanya harus secara total. Kuasai ilmunya, latih fisik secara spartan dan iringi dengan Doa. Selebihnya pasrahkan pada yang maha kuasa. Bisa jadi DIA punya sesuatu yang lebih baik untukmu.

Apa Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Test Seleksi Masuk Prajurit TNI

Menjadi prajurit TNI sesungguhnya adalah panggilan hati, artinya kalau anda hanya sekedar untuk mencari pekerjaan maka sebaiknya janganlah pilih jadi prajurit. Karena masih banyak pekerjaan lain yang masih bisa anda peroleh di luar kriteria sebagai prajurit TNI. Kenapa ini ingin saya sampaikan? Karena tidak sedikit dari mereka yang sudah diterima jadi prajurit tetapi kemudian menjadi frustrasi, sering melakukan hal-hal yang tidak baik untuk dirinya sendiri maupun satuannya, seperti tidak masuk kerja, sering terlambat, terlibat kehidupan “malam” dll., sampai kemudian disersi atau meninggalkan satuan tanpa Izin.
Tapi kalau anda memang senang dengan kehidupan prajurit, maka semua yang anda bayangkan selama ini sudah ada di kehidupan seorang prajurit. Seperti hidup yang teratur, jadwal kegiatan yang sudah terbagi habis selama 24 jam, disiplin tinggi yang tidak boleh diingkari. Latihan yang berkelanjutan, pembinaan fisik yang tiada henti, pembinaan rohani yang tiada putus-putusnya dan tugas yang sudah menunggu.Karena itu anda dari awal sudah memahami ini, dan secara sadar serta senang hati untuk memanfaatkan sebaik-baiknya uang gaji dan tunjangan yang anda peroleh untuk menunjang kehidupan anda dan keluarga anda sebagai seorang prajurit.
Sebagai seorang prajurit, meski serba sederhana tetapi semuanya sudah tersedia. Kalau anda masih bujangan sungguh kehidupan prajurit adalah sebuah jalan hidup kesatria. Bisa anda bayangkan, jam 04.30 pagi anda sudah bangun, mempersiapkan diri dan sembahyang untuk kemudian menjalankan olah raga di pagi hari; jam 06.30 anda sudah siap di lapangan apel dalam pakaian seragam lengkap; kegiatan apel pagi ini bisa berlanjut hingga jam 08.00; kemudian memulai kehidupan latihan ketrampilan, baik perseorangan maupun per kelompok; latihan ini bisa berupa oleh kemampuan fisik, siraman rohani dan berbagai ketrampilan lainnya seperti bela diri, ketahanan fisik dan kemahiran memegang senjata. Kemudian akan ada waktu istirahat makan siang atau isoma atau istirahat sholat dan makan; Jam13.00 anda sudah harus kembali ke tugas anda sampai nanti ada apel siang pada jam 14.30.
Anda bisa istirahat hingga jam 16.00 untuk kemudian anda akan diberikan latihan ketrampilan ekstra satuan, bisa musik, tari, bela diri, berbagai cabang olah raga dll. Latihan satuan ini dimaksudkan untuk menempa prajurit mampu berintegrasi dengan masyarakat disekitarnya atau satuan lain; yang berupa berbagai kegiatan bersosialisasi dengan masyarakat sekitar atau untuk memertahankan atau mengharumkan nama baik satuan dari berbagai kegiatan pertandingan persahabatan dengan masyarakat atau satuan lain. Anda punya waktu istirahat mulai dari jam 17.30 hingga jam 20.30 malam. Karena pada jam 21.00 anda akan melaksanakan apel malam. Kegiatan apel malam bisa sampai jam 22.00 untuk seterusnya anda bisa istirahat sampai jam 04.30 dan begitulah rutinitas seorang prajurit. Karena itu dalam hal memilih jodohpun anda sudah harus bisa dengan baik memilih pasangan yang sesuai dengan pekerjaanmu. Tidak masalah kalau calon istrimu itu juga nantinya bekerja, tetapi dari awal sudah diyakinkan bahwa ia harus bisa mandiri. Artinya anda bisa saja tidak punya waktu untuk mengantarkannya ke kantor dan begitu juga sebaliknya isterimu harus sudah dari awal memahami bahwa tugasmu adalah nomor satu, tidak ada hal tawar menawar. Kalau itu sudah kau sadari dari awal dan kemudian dapat memperoleh jodoh yang sehati,maka percayalah kamu berdua bisa rukun dan dapat membina rumah tangga dengan baik dan juga dapat membina karier secara berhail.
Kalau anda seorang prajurit sesuai panggilan hati anda, maka pemanfaatan waktu anda sungguh sudah tertata dengan rapi, sarana dan prasarananya meski sederhana tetapi sudah ada. Begitu juga dengan instruktur yang melatih anda agar jadi seorang prajurit tangguh semua sudah tersedia. Hanya tinggal menjalankan dengan perhatian yang sungguh-sungguh. Apakah hidup seperti itu menyenangkan anda atau tidak ? Itu sangat tergantung niat anda jadi prajurit tadi. Kalau anda pada dasarnya memang hanya sekedar mencari pekerjaan, maka khidupan seperti ini adalah sebuah malapetaka, karena anda tidak lagi bisa bebas. Tetapi kalau anda prajurit sejati, maka cara hidup spartan seperti ini adalah sebuah kegembiraan.Anda berada dalam lingkungan sahabat satu Korps yang saling mendukung dan saling menghargai untuk kemaslahatan bersama dan nama baik satuan. Nah kalau anda sudah paham dan yakin akan kehidupan seorang prajurit dan berniat mengikuti test untuk jadi seorang prajurit maka berikut ini adalah beberapa hal yang perlu anda pertimbangkan.
Banyak peserta seleksi masuk menjadi prajurit TNI yang tidak lulus / gagal disebabkan oleh berbagai faktor. Namun yang paling dominan adalah karena para peserta seleksi tidak mempunyai pengetahuan yang cukup tentang pola dan bentuk seleksinya itu sendiri serta gambaran cara penilaiannya. Sehingga dalam melaksanakan seleksi masuk menjadi calon prajurit TNI, para peserta seleksi tidak mengerti apa saja yang harus dipersiapkan, mata pelajaran apa saja yang harus dipelajari dan ketrampilan seperti apa saja yang harus dilatih. Dengan berbekal pengetahuan yang kurang memadai tersebut, maka bisa dibayangkan dalam melaksanakan seleksi masuk menjadi calon Prajurit TNI banyak hal yang tidak dipahami maka tentu saja terjadilah berbagai kesalahan yang seharusnya dapat dihindari atau diantisipasi. Untuk mengetahui apa yang menjadi sumber kesalahan para peserta seleksi dan bagaimana untuk mendapatkan solusinya, maka ada baiknya anda memperhatikan berbagai hal sebagai berikut :
Persyaratan Administrasi kurang. Persyaratan administrasi yang dibutuhkan dalam seleksi masuk menjadi prajurit TNI/Polri, sebenarnya telah diumumkan / disampaikan pada saat pengumuman pendaftaran. Namun karena kurangnya kepedulian dan ketelitian serta tidak tahunya istilah yang dipergunakan sering sekali membuat bingung calon pengikut seleksi dan menyebabkan peserta seleksi tidak dapat memenuhi persyaratan administrasi dan dinyatakan gagal / tidak lulus.  Para peserta seleksi harus mengetahui, apa saja persyaratan administrasi yang diperlukan. Anda harus tahu berapa banyak kelengkapan persarata administrasi, misalnya masing-masing rangkap tiga, rangkap dua dll. Kemudian harus tahu persis jadwalnya, kapan batas waktu yang ditetapkan panitia untuk menyerahkan persyaratan administrasi tersebut. Apakah lewat Online atau harus datang sendiri dll.
Tidak Memeriksakan Kesehatan Terlebih Dahulu. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa banyaknya  peserta seleksi yang gagal test masuk menjadi prajurit TNI/Polri atau kalau dipresentasi bisa diatas rata-rata 50 % adalah disebabkan tidak lulus / gagal pada Test Kesehatan. Pada umumnya baik orang tua maupun peserta seleksi banyak yang masih awam tentang kesehatan mereka sendiri. Secara fisik bisa jadi mereka terlihat sehat, baik dan tegap tetapi sesungguhnya mereka punya kelemahan dalam hal kesehatan. Hal lain yang sering terjadi karena tidak tahu atau tidak mengerti bentuk test kesehatan itu meliputi apa saja dan bagaimana standar kelulusannya.
Kalau anda sudah tahu apa saja persyaratan test kesehatan itu, maka ada baiknya juga anda mengetahui terlebih dahulu tentang kesehatan anda sendiri. Sebab akan jadi percuma anda mendaftarkan diri untuk ikut seleksi tetapi sesungguhnya kesehatan anda sendiri tidak memenuhi persyaratan tersebut. Untuk itu ada baiknya anda periksakan dulu kesehatan anda kepada Dokter atau ke Dokter militer untuk mengetest kesehatan anda sendiri. Katakan terus terang kalau anda ingin masuk militer dan mohon agar Dokter mengecek kesehatan anda dan sekaligus mintakan apa saja yang perlu anda lakukan untuk bisa memenuhi persyaratan kesehatan masuk prajurit tersebut.

Karena itu untuk memperoleh hasil yang lebih baik atau agar lebih besar peluangnya untuk lulus, maka ada baiknya peserta seleksi harus melaksanakan test kesehatan pendahuluan dengan tujuan untuk mengetahui potensi dan kelemahan diri sendiri di bidang kesehatan dan apabila ada kekurangan / penyakit bisa diobati terlebih dahulu. Misalnya tentang kesehatan gigi, sekarang ada banyak cara yang bisa dilakukan dalam hal pengobatan gigi sehingga bisa memenuhi standar kelulusan test kesehatan gigi, begitu juga dengan parises, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melakukan pengobatannya, sehingga lolos dari seleksi kesehatan dan masih banyak lagi contoh-contoh lainnya.
Biasanya banyak peserta seleksi yang gagal pada test kesehatan karena mereka tidak punya pengetahuan tentang kesehatan tersebut, dan juga belum tahu tentang kesehatan dirinya sendiri. Pada umumnya  peserta test hanya ikutan saja dan tidak punya gambaran sama sekali terkait kesehatan, mereka langsung saja melaksanakan test kesehatan sesuai jadwal yang ditetapkan. Padalah yang namanya seleksi apapapun wujud dan bentuknya tentu anda harus mempunyai gambaran atau ilmu tentang hal tersebut dan dipersiapkan semaksimal mungkin agar dapat nilai dengan predikat lulus. Jangan hanya bermodalkan tangan kosong dan berserah gimana nantinya saja.
Kurangnya Nilai Kesamaptaan Jasmani / Olah Raga. Salah satu seleksi dalam penerimaan prajurit adalah kesamaptaan jasmani. Banyak calon peserta seleksi mengalami kegagalan dalam tes kesamaptaan jasmani karena tidak mengerti apa saja yang diujikan dalam test kesemaptaan jasmani  dan tentu saja cara mempersiapkannya.  Pada tahap seleksi kesamaptaan jasmani / Olah raga ini banyak peserta yang gagal dengan prosentasenya rata-rata mencapai 25 – 30 %. Dalam hal ini ada beberapa kemungkinan yaitu apakah karena peserta seleksi tersebut sekedar tidak tahu tentang jenis-jenis test kesemaptaannya atau karena tidak pernah latihan olah raga secara sungguh-sungguh.
Yang disebut dengan Test Kesemaptaan Jasmani itu terdiri dari dua macam test; yang pertama disebut juga test kesemaptaan A terdiri dari lari 12 menit. Samapta B terdiri dari Push up, Sit up, Pull up dan Shuttle run. Sebagai gambara nilainya : Lari 12 menit untuk mendapat nilai 100 anda harus mampu  menempuh jarak minimal 3200 m atau 8 kali keliling lapangan sepakbola (400 m). Sedangkan untuk samapta B kalau mau mendapatkan nilai 100 harus bisa melakukan : Push up harus mampu 43 kali repetisi/lebih; Sit up harus mampu  41 kali repetisi/lebih; Pull up harus mampu minimal 18 kali/lebih; dan Shuttle run 6×10 m dalam waktu 15 detik
Tidak Mengerti dan Tidak Mengenal Test Psikotest. Selama ini test Psikotest dalam seleksi menjadi prajurit TNI/Polri bagi para peserta seleksi sering dianggap sebagai test yang menegangkan dan banyak ditakuti. Hal ini adalah wajar, karena pada tahap test psikotest rata-rata yang tidak lulus / gagal adalah mencapai 20 – 30 %. Tapi satu hal yang perlu anda ketahui, test psikotest ini sebenarnya dibuat untuk mendapatkan prajurit yang sesuai dengan kebutuhan. Jadi meskipun anda pintar, belum tentu cocok untuk pekerjaan sebagai prajurit maka test psikotes anda akan gagal. Begitu juga sebaliknya. Mestinya anda nggak usah takut dengan test ini. Tetapi mengetahui tentang psikotest akan sangat besar manfaatnya buat anda. Tes Psikotes atau Phsicology Test sebagai salah satu rangkaian dalam proses penerimaan calon prajurit, biasanya terdiri dari beberapa rangkaian test tetapi itu bisa diambil hanya beberapa test saja sesuai kebutuhan, adapun ragam psikotest itu seperti : Test IQ, Test Kepribadian, Test Kemampuan, Test Kreatifitas,  Logika Aritmatika, Test Logika Penalaran, Analog Verbal Test, Kraeplien/Paul, Wartegg Test, Draw A Man Test (DAM), Army Alpha Intelegence Test, Menggambar Pohon, dan Edwards Personal Preference Schedule (EPPS).
Jadi kalau anda gagal dalam test psikotes ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan peserta test seleksi gagal / tidak lulus adalah karena bisa jadi masih sangat asing dengan test tersebut, atau sama sekali belum mengerti dan tidak pernah mengenal bentuk soal-soal psikotest. Bisa juga karena tidak siap mental dalam melaksanakan test psikotest, atau tidak tahu apa yang harus dipersiapkan dalam menghadapi test psikotest serta banyak melakukan kesalahan dalam melaksanakan test psikotest. Untuk bisa berhasil dalam test ini sebenarnya bisa dioptimalkan dengan mengetahui berbagai hal tentang test ini. Karena itu sebelum melaksanakan test psikotest alangkah baiknya peserta seleksi harus tahu secara jelas apa saja macam-macam test psikotest tersebut, dimana mendapatkan buku-buku psikotest, bagaimana bentuk soal psikotest, apa tips dalam test psikotest.
Tidak Tahu tentang Bentuk Test Mental Idiologi. Pada umumnya peserta seleksi tidak mengetahui tentang bentuk test mental idiologi. Karena itu ada baiknya anda memahami apa sebenarnya yang disebut Mental Ideologi itu?  Mental ideologi adalah kondisi jiwa seseorang terhadap keseluruhan pandangan, cita-cita, nilai dan keyakinan yang ingin dinyatakan/diwujudkan dalam kenyataan hidupnya dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Untuk bisa menjawab dengan baik dalam test mental Ideologi: anda perlu mempersiapkan kemampuan diri anda terkait :  Anda harus Paham Tentang Pancasila  dan kemudian setia kepada Pancasila dan mampu menghayati dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara; taat pada Hukum dan UU yang berlaku, pastikan bahwa anda patuh kepada hukum dan perundang-undangan yang berlaku; pahami apa itu NKRI dan jadikan diri anda untuk bisa mempunyai rasa cinta dan mampu  memelihara dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI); setia kepada pemerintah Republik Indonesia yang sah; memiliki wawasan kebangsaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI); dan memelihara dan meningkatkan kesadaran bela negara melalui Sapta.
Tidak Tahu tentang Bentuk Test Pantukhirda dan Test Pantukhir Pusat. Sebagai bentuk Final Test (test akhir) dalam seleksi penerimaan Prajurit TNI/Polri di Daerah disebut Pantukhirda (Panitia Penentu Akhir Daerah) dan di Pusat disebut Pantukhirpus. Sesungguhnya test ini merupakan penggabungan dari semua potensi yang diambil dari semua hasil test yang sudah anda jalani. Dengan test ini panitia akan dengan mudah nantinya menentukan dapat tidaknya anda jadi seorang prajurit. Test ini dilakukan layaknya anda jadi kontestan yang sesungguhnya; anda akan berdiri di depan para panel penguji hanya berpakaian celana dalam, sehingga secara fisik anda akan mudah terlihat apakah postur atau bentuk tubuh anda cocok atau sesuai jadi prajurit.
Test Pantukhir merupakan bentuk Panel Test yang mempertemukan seluruh Panitia Seleksi (administrasi, kesehatan, jasmani, mental idiologi, psikotis) dengan peserta Test untuk dilihat kesesuaian Penilaian/Hasil Test masing-masing bidang (data tertulis) dengan bentuk Fisik dari setiap Peserta Seleksi/Test. Jadi sebenarnya sangat berat untuk bisa lolos kalau secara fisik, maupun administrasi, kesehatan, jasmani, mental idiologi, dan psikologis anda tidak memenuhi syarat maka akan mudah terlihat. Jelasnya anda berdiri tegap di depan panel, dan kemudian para penguji akan menyebutkan nilai anda berapa; misalnya dari segi fisik apakah memenuhi syarat atau tidak, dari segi administrasi lengkap atau tidak, dari psikotest bagaimana dari kesemaptaan jasmani  dst. Sehingga kalau anda lolos semua maka kesempatan anda akan lolos sudah sangat besar sekali, demikian juga sebaliknya.
Oleh karena itu, setiap orang yang akan melaksanakan Seleksi Masuk Prajurit TNI/Polri, sebaiknya dan minimal anda harus mengetahui bagaimana bentuk dan apa yang perlu dipersiapkan dari Test Pantukhirda/Pantukhirpus agar kemungkinan untuk lulus dalam test tersebut lebih besar. Meskipun dapat dikatakan, pada test ini anda sudah tidak lagi mempersiapkan apa-apa karena anda tinggal dinilai dari semua hasil test yang telah anda jalani. Baik Pantuhkirda maupun Pantukhirpus merupakan bentuk Test Akhir di Daerah/Pusat yang sangat menentukan dan prosentasi kegagalannya adalah 25 – 30 %.