Oleh Harmen Batubara
Pada
30 Maret 1971, di Seattle, Washington, tiga sahabat—Jerry Baldwin (guru bahasa
Inggris), Zev Siegl (guru sejarah), dan Gordon Bowker (penulis)—membuka kedai
Starbucks pertama di 2000 Western Avenue. Terinspirasi oleh pemanggang kopi
Alfred Peet yang mereka kenal pribadi, mereka hanya menjual biji kopi
berkualitas tinggi beserta peralatannya, tanpa menyentuh minuman kopi. Relokasi
ke 1912 Pike Place pada 1976 mempertahankan semangat sederhana itu. Namun,
angin perubahan berhembus: pada 1984, mereka mengakuisisi Peet's Coffee,
memulai penjualan kopi siap minum. Tahun 1986, enam toko di Seattle mulai
menyajikan espresso. Puncaknya, 1987, Howard Schultz membeli perusahaan,
mengubahnya menjadi ritual global—kafe nyaman dengan sofa empuk, WiFi gratis,
musik lembut, dan latte art yang Instagramable. Starbucks bukan lagi sekadar
kopi; ia jadi simbol gaya hidup, pusat sosial mendunia dengan ribuan gerai di
setiap sudut kota.
Lalu datang “Luckin Coffee” pada Oktober 2017, seperti petir di siang bolong. Didirikan di China, Luckin tak peduli romantisme. Mereka menargetkan pencinta kopi sejati—pekerja kantor sibuk, mahasiswa di kampus, siapa pun yang butuh kafein cepat, di mana pun. Toko kecil "pickup" di gedung perkantoran atau kampus, tanpa tempat duduk mewah, tanpa dekorasi artsy. Pesan via app, ambil, atau kirim—sederhana, to the point. Hanya kopi enak yang kamu suka, harga terjangkau. Hebatnya, Januari 2018, toko pertama di Beijing dan Shanghai langsung meledak: 1.300 gerai, lampaui Costa Coffee jadi nomor dua di China. Pada Januari 2020, 4.507 toko—melebihi Starbucks di pasar asal mereka.
Perubahan bisnis dunia, khususnya kopi, kini
bergeser drastis. Pandemi percepat digitalisasi: konsumen tak lagi haus
"third place" ala Starbucks, tapi efisiensi. Luckin kuasai rantai
pasok lincah—roasting lokal, app terintegrasi, pengiriman instan—didukung
jaringan China raksasa (super app seperti WeChat). Starbucks, raksasa global
dengan kekuatan merek dan suplai biji premium, terpaksa adaptasi: tambah
drive-thru, pickup, delivery. Gaya hidup berganti selera praktis; Gen Z dan
milenial urban pilih kopi fungsional, bukan pose. Luckin bukti: di era
hyper-connected, bisnis kopi unggul lewat kecepatan, aksesibilitas, dan
harga—bukan lagi soal gaya. Starbucks akhirnya mengakui: kopi kini hakikatnya
kafein, bukan cerita.
Drama Persaingan Menemukan
Peminum Kopi Sejati
*
“Outlook:” Luckin Coffee[1]
diproyeksikan mencapai pendapatan sebesar CN¥ 73.6 miliar dan laba CN¥ 6.9
miliar pada tahun 2028, membutuhkan pertumbuhan pendapatan tahunan 21.5%.
* “Jumlah Toko:”
*
“Q1 2025:” Jaringan toko Luckin[2]
meluas hingga lebih dari 24.000 lokasi, menjadikannya rantai kopi terbesar di
China berdasarkan jumlah toko. Ini termasuk 15.541 toko yang dioperasikan
sendiri dan 8.491 toko kemitraan di China, serta 65 toko internasional.
*
“Q2 2025:” Luckin[3]
telah berkembang menjadi 26.206 toko pada Juli 2025.
*
“Q3 2025:” Menambah 3.008 toko baru, sehingga total toko menjadi 29.214. Pada
akhir Juni 2025, total jumlah toko Luckin[4]
mencapai 26.206, termasuk hampir 9.300 lokasi waralaba.
*
“Pelanggan:” Rata-rata pelanggan[5]
transaksi bulanan mencapai rekor tertinggi 112.3 juta pada Q3 2025.
*
“Ekspansi Internasional:” Luckin[6]
telah membuka dua toko pertama di AS pada 30 Juni 2025, di New York City, diikuti
oleh toko ketiga dan keempat dalam waktu kurang dari dua bulan. Lima toko di
New York telah dibuka pada Juli 2025.
“Starbucks[7] di
Tahun 2025:”
* “Pendapatan (Revenue):”
*
“Q4 FY25 (berakhir September 2025):” Pendapatan konsolidasi global meningkat 5%
dari tahun ke tahun menjadi US$ 9.6 miliar. Pendapatan di China[8]
mencapai US$ 830 juta, naik 6% dari tahun sebelumnya, menandai pertumbuhan
positif selama empat kuartal berturut-turut.
*
“Full Fiscal Year 2025:” Pendapatan[9]
keseluruhan tumbuh 3% menjadi US$ 37.2 miliar. Pendapatan China tumbuh 5%
menjadi US$ 3.1 miliar.
* “Penjualan Toko yang Sama (Comparable Store
Sales):”
*
“Q4 FY25:” Global comparable[10]
store sales meningkat 1%, didorong oleh peningkatan transaksi yang sebanding
sebesar 1%. Di China, penjualan toko yang sebanding tumbuh 2% pada Q4 FY25.
* “Jumlah Toko di China:”
*
Pada tengah tahun 2025[11],
Starbucks memiliki sekitar 7.000 toko di daratan China.
*
Pada Q4 FY25[12],
total portofolio toko di China melampaui 8.000 lokasi.
*
Starbucks[13]
memiliki lebih dari 7.500 toko di China.
*
“Perubahan Strategi di China:” Starbucks[14]
telah setuju untuk membentuk usaha patungan (joint venture) dengan Boyu Capital
untuk mengoperasikan ritelnya di China. Usaha patungan ini akan memiliki dan
mengoperasikan 8.000 kedai kopi Starbucks yang ada saat ini dengan visi untuk
berkembang hingga 20.000 lokasi di masa depan. Penjualan saham mayoritas kepada
Boyu Capital ini dinilai sekitar $4 miliar.
*
“Pangsa Pasar China:” Pangsa pasar Starbucks[15]
di China telah menurun dari 34% pada 2019 menjadi 14% pada 2024, menyoroti
tekanan dari kompetitor lokal seperti Luckin.
Perbandingan dan Tren
Kondisi Persaingan Sebenarnya
*
“Jumlah Toko:” Luckin Coffee[16]
secara signifikan melampaui Starbucks dalam jumlah toko di China pada tahun
2025, dengan hampir 30.000 toko berbanding sekitar 8.000 toko Starbucks.
*
“Pendapatan:” Meskipun Luckin memiliki jumlah toko yang lebih banyak dan
pertumbuhan pendapatan yang pesat, pendapatan global Starbucks masih jauh lebih
tinggi. Luckin melaporkan pendapatan $1.72 miliar pada Q2 2025, sedangkan Starbucks[17]
melaporkan pendapatan kuartalan $8.8 miliar.
*
“Fokus Pasar:” Luckin[18]
terus berfokus pada model berbasis aplikasi, pengambilan cepat, dan harga yang
kompetitif, yang sangat sesuai dengan konsumen urban muda di China. Starbucks
merespons dengan strategi "Back to Starbucks" yang berfokus pada
renovasi toko, keterlibatan digital, dan penyesuaian harga untuk mendapatkan
kembali pangsa pasar.
*
“Perang Harga:” Pasar kopi di China sedang mengalami perang harga[19]
yang intens, dengan Luckin dan Cotti Coffee menawarkan harga yang sangat
rendah. Starbucks juga perlu berkompromi lebih lanjut dalam harga produk untuk
menarik konsumen di kota-kota tingkat bawah.
Data-data ini menunjukkan bahwa pada tahun 2025, Luckin Coffee terus mempertahankan momentum pertumbuhan yang agresif, terutama dalam jumlah toko dan pendapatan di pasar China, bahkan mulai berekspansi ke pasar AS. Sementara itu, Starbucks, meskipun masih merupakan pemain global yang dominan dengan pendapatan yang lebih besar, menghadapi tantangan besar di China dan harus beradaptasi dengan cepat melalui perubahan strategi dan model bisnisnya.
[1] [sahmcapital.com](https://www.sahmcapital.com/news/content/does-luckin-coffees-lkncy-revenue-surge-reveal-a-sustainable-edge-in-chinas-coffee-market-2025-11-25)
[2] [finance.yahoo.com](https://finance.yahoo.com/news/luckin-coffee-inc-lkncy-q1-070813904.html)
[3] [chainstoreguide.com](https://www.chainstoreguide.com/offthechain/2025/09/luckin-vs-starbucks-the-coffee-battle-everyones-talking-about/)
[4] [investor.luckincoffee.com](https://investor.luckincoffee.com/news-releases/news-release-details/luckin-coffee-announces-third-quarter-2025-financial-results)[chinadaily.com.cn](https://www.chinadaily.com.cn/a/202511/05/WS690aa933a310f215074b9098.html)
[5] [investor.luckincoffee.com](https://investor.luckincoffee.com/news-releases/news-release-details/luckin-coffee-announces-third-quarter-2025-financial-results)
[6] [ceibs.edu](https://www.ceibs.edu/new-papers-columns/27644)[chainstoreguide.com](https://www.chainstoreguide.com/offthechain/2025/09/luckin-vs-starbucks-the-coffee-battle-everyone%E2%80%99s-talking-about/)
[7] [ceibs.edu](https://www.ceibs.edu/new-papers-columns/27644)[chainstoreguide.com](https://www.chainstoreguide.com/offthechain/2025/09/luckin-vs-starbucks-the-coffee-battle-everyone%E2%80%99s-talking-about/)
[8] [yicaiglobal.com](https://www.yicaiglobal.com/news/starbucks-is-confident-in-china-growth-plans-to-retain-major-equity-stake)
[9] [yicaiglobal.com](https://www.yicaiglobal.com/news/starbucks-is-confident-in-china-growth-plans-to-retain-major-equity-stake)
[10] [about.starbucks.com](https://about.starbucks.com/press/2025/starbucks-reports-q4-full-fiscal-year-2025-results/)[youtube.com](https://www.youtube.com/watch?v=EKJi03N2C-M)
[11] [globalbrandsmagazine.com](https://www.globalbrandsmagazine.com/starbucks-reshapes-its-china-strategy/)
[12] [youtube.com](https://www.youtube.com/watch?v=EKJi03N2C-M)
[13] [chainstoreguide.com](https://www.chainstoreguide.com/offthechain/2025/09/luckin-vs-starbucks-the-coffee-battle-everyone%E2%80%99s-talking-about/)
[14] [about.starbucks.com](https://about.starbucks.com/press/2025/starbucks-and-boyu-announce-joint-venture-for-the-next-chapter-of-growth-in-china/)[nytimes.com](https://www.nytimes.com/2025/11/03/business/starbucks-china-boyu-capital.html)
[15] [eu.36kr.com](https://eu.36kr.com/en/p/3538638945426310)
[16] [chinadaily.com.cn](https://www.chinadaily.com.cn/a/202511/05/WS690aa933a310f215074b9098.html)
[17] [foodandwine.com](https://www.foodandwine.com/luckin-coffee-expands-in-us-11796954)
[18] [monexa.ai](https://www.monexa.ai/blog/starbucks-corporation-latest-financial-market-anal-SBUX-2025-07-02)
[19] [eu.36kr.com](https://eu.36kr.com/en/p/3538638945426310)



No comments:
Post a Comment